Selamat Datang - Welcome to My Blog - 어서오세요 여러분 - أَهْلَنْ وَسَهْلَنْ
Showing posts with label Dongeng. Show all posts
Showing posts with label Dongeng. Show all posts

Saturday, March 16, 2013

Puteri Tikus


Dahulu kala di Inggris, ada seorang Raja yang mempunyai tiga orang putera. Ketiga pangeran itu sudah dewasa sehingga sudah sepatutnya mereka mencari istri. Sang ayah menyarankan agar mereka mengembara ke dunia luar. Dengan begitu, mereka bisa mendapatkan istri sesuai dambaan hatinya sendiri. Sang Raja member restu kepada putera pertamanya saat ia minta diri untuk berangkat mengembara.

Di tengah perjalanan, pangeran Sulung melihat seekor tikus. Tikus itu terlihat amat manis, tidak seperti tikus biasanya. Tikus itu berlari-lari di depan kaki kuda yang ditunggangi pangeran Sulung. Dia berusaha agar kudanya tidak menginjak mati si Tikus. Akan tetapi si Tikus tak mau minggir.
 “Minggirlah tikus! Jangan sampai terinjak oleh kudaku!” teriak sang Pangeran.

“Jangan injak hamba, ambillah hamba sebagai tunangan!” pinta si Tikus.

“Apaa? Tunangan dengan tikus? Tak mungkin!” jawab sang Pangeran dan dia langsung mempercepat kudanya pergi dan menghilang di kejauhan.

Tak lama kemudian, sang Pangeran tiba di kerajaan lain dna berhasil bertunangan dengan puteri kerajaan itu. Setelah itu ia pulang kembali untuk memberikan kabar kepada sang Ayah.

Giliran pangeran Kedua untuk pergi mengembara. Persis seperti apa yang terjadi pada kakak Sulungnya, si Tikus juga memohon kepada pangeran Kedua untuk dijadikan tunangannya. Pangeran Kedua ini-pun tidak menghiraukan permintaan si Tikus. Ia menunggangi kudanya terus dan berhasil bertunangan dengan puteri dari kerajaan lain.

Saturday, March 9, 2013

Mencari Puteri Sejati

Pada jaman dahulu di negeri Perancis, ada kerajaan besar. Di kerajaan tersebut, ada seorang pangeran muda yang tempan. Seharusnya ia sudah beristri namun belum juga menemukan gadis yang cocok untuk jodohnya.
Ia berkata kepada Raja dan Ratu,” Istriku harus seorang puteri yang sejati, itulah syarat utamanya.”
Maka hari itu juga pangeran pamit untuk berangkat mencari seorang puteri sejati. Ia berkelana bertahun-tahun. 

Setiap kali dilihatnya sebuah puri, ia selalu mampir untuk melihat apakah di dalamnya ada seorang puteri sejati. Dalam pengembaraannya itu ia banyak menjumpai wanita muda dan cantik-cantik serta pandai, tetapi ia tidak pernah yakin apakah mereka itu puteri sejati. Menurut pangeran, puteri sejati adalah orang yang sangat istimewa, dan tidak banyak orang yang seperti itu.Akhirnya dengan rasa sedih pangeran pulang ke istananya. Ia belum juga menemukan puteri yang dicarinya.

Saturday, February 23, 2013

Berang-Berang vs Serigala


Dahulu kala ada seekor serigala yang tinggal bersama betinanya. Suatu hari sang Betina berkata,
“Sayangku, hari ini aku ingin makan siang dengan ikan. Mengapa kau tidak pergi ke sungai untuk menangkap beberapa ekor?”

“Baiklah sayangku, setelah joran kailku selesai aku akan segera berangkat,” jawab serigala jantan.
Sang Serigala duduk di tepi sungai dengan joran kailnya. Dia sudah menunggu lama sekali, akan tetapi dia tidak dapat menangkap seekor ikan pun.

“Apa yang harus kulakukan sekarang? Istriku akan sangat marah kepadaku,” kata sang Serigala jantan dengan cemas.
        Kemudian ia melihat dua ekor berang-berang sedang berenang-renang di dalam air. Tiba-tiba keduanya menyelam dalam air dan muncul kembali dengan seekor ikan besar. Mereka menariknya ke tepi sungai.
“Aku ingin bagian yang lebih besar karena aku yang lebih dulu melihatnya,” kata berang-berang yang pertama.
“Aku yang menangkapnya, jadi aku yang patut mendapat bagian yang lebih besar,” kata berang-berang kedua dengan marah.

Sunday, September 25, 2011

Mangkuk yang CAntik, Madu, Sehelai Rambut

Rasulullah SAW, dengan sahabat-sahabatnya (Abu Bakar r.a., Umar r.a., Utsman r.a.) bertamu ke rumah Ali r.a. Di rumah Ali r.a., istrinya Sayidatina Fathimah r.a., putri Rasulullah SAW menghidangkan madu yang diletakkan di dalam sebuah mangkuk yang cantik, dan ketika mangkuk madu itu dihidangkan, terdapat sehelai rambut yang ikut di dalam mangkuk tersebut..




Saturday, September 17, 2011

Kisah Mengenai Ahli BAtu


Hiduplah seorang ahli batu yang sangat terkenal di China. Hasil karyanya tersohor di segenap penjuru negeri. Batu-batu permata dan intan yang berkilauan itu, dipajang menjadi perhiasan jemari dan kaki para raja. Hampir semua batu indah di dunia ini, pernah diolah tangannya. Giok, rubi, dan safir, terpajang di segenap sudut-sudut rumahnya.

Namun, sang ahli sudah sangat tua. Kini, ia berusaha mencari pengganti dan penerus karya-karyanya. Belasan orang berusaha berguru. Tapi, tak ada yang cocok buat pekerjaan itu. Hingga akhirnya ia menemukan seorang pemuda yang tampak bersemangat, dan bersedia menjalani ujian.